Categories
Uncategorized

Perunggasan Perlu Segera Berbenah

Sejatinya keberadaan World Trade Organization (WTO) dapat meningkatkan akses pasar kepada negara berkembang. Namun, WTO diikuti pula peraturan yang wajib ditaati oleh semua negara yang menjadi anggota. Dubes RI untuk WTO periode 2008-2012, Erwidodo menekankan, aturan perdagangan WTO mengikat seluruh anggotanya, tak terkecuali Indonesia. Sebagai salah satu negara pendiri, Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan secara maksimal keberadaan organisasi perdagangan dunia tersebut. “Kita punya hak ofensif untuk mempertahankan bahkan meningkatkan akses pasar ekspor. Serta, kebijakan defensif untuk melindungi pasar dan produsen domestik,” ungkap Erwi – dodo di Jakarta, Selasa (18/7).

Menguntungkan Importir

Peneliti senior di Puslitbang Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian itu melanjutkan, Indonesia pernah menjadi negara penggugat sekaligus tergugat dalam sengketa dagang de ngan negara anggota lainnya. Ke ka lahan yang dialami seharusnya bisa menjadi pembelajaran dalam merumuskan kebijakan pembatasan impor produk unggas maupun pertanian lainnya ke depan. Sebisa mungkin pemerintah melindungi peternak dan pasar domestik dengan menggunakan instrumen kebijakan yang konsisten dengan aturan WTO. Ia menegaskan, perlu pemahaman terhadap hak dan kewajiban anggota WTO serta aturan yang berlaku. Jangan membuat kebijakan yang terlalu rumit karena itu tidak menguntungkan peternak. Bisa-bisa hanya menguntungkan beberapa ge lintir importir yang punya lisensi untuk impor. Lain halnya Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Dudung Rah mat berujar, dengan ke ka lah an di panel WTO, peternak harus mempersiapkan diri ke de pan.

Para pelaku peternakan, terutama unggas ha rus me mikir kan bagaimana bisa bersaing de ngan ne gara lain nya. “Walau pun nanti ada produk unggas yang ma suk ke sini, ki ta masih punya keunggulan lain,” paparnya kepada AGRINA. Kendati sudah diarahkan untuk masuk ke rantai dingin, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, dinilai Dudung lebih menyukai daging segar. Pola konsumsi inilah merujuk hemat peternak broiler (ayam pedaging) itu, bisa menjadi sebuah instrumen unggulan. Pria kelahiran Bogor ini masih berharap pemerintah melindungi para peternak kecil. Regulasi yang dibuat bisa berpihak kepada peternak UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *